Buku Tamu

Sabtu, 05 November 2011

Rahasia Tercecer Tentang Steve Jobs



Tak banyak yang tahu bagaimana keseharian Steve Jobs. Oleh karena itu, ketika adik kandung Steve Jobs, Mona Simpson, menulis kenangannya mengenai sang kakak, rahasia lain Steve Jobs terungkap.

Mona yang juga novelis cukup ternama di Amerika Serikat itu menulis kenangannya mengenai Steve Jobs dalam kolomnya di The New York Times, 30 Oktober 2011, kemarin. "Saya dibesarkan ibu seorang single mother. Karena kami miskin dan saya tahu ayah saya emigran dari Syria (Suriah), saya membayangkan wajahnya seperti Omar Sharif. Saya berharap ia seorang yang kaya, baik hati dan datang pada kehidupan kami untuk menolong kami," katanya mengenai ayahnya dan ayah Steve Jobs.

Ternyata bayangannya tak sesuai harapan. Ia lalu membayangkan lelaki lain yang bisa dicintai dan mencintainya. Dan lelaki itu akhirnya ketemu. Dialah sang kakak, Steve Jobs.

Saat itu Mona bekerja di sebuah majalah kecil. Suatu kali ada seorang pengacara yang meneleponnya bahwa seorang kliennya adalah anak muda yang kaya dan terkenal, dan sepertinya kakaknya Mona yang lama hilang. Si pengacara tak memberi tahu siapa namanya. Segera setelah itu teman-teman Mona membuat list nama-nama yang mungkin. Urutan pertama adalah John Travolta.

Akhirnya Mona bertemu Steve Jobs pada tahun 1985. "Waktu saya pertama kali bertemu Steve, ia seseorang seusia saya, mengenakan jeans, tampak seperti orang Arab atau Yahudi, dan lebih ganteng dari Omar Sharif," katanya. Steve saat itu menyebutkan bekerja di bidang komputer sedangkan Mona tak tahu banyak tentang komputer bahkan ia masih mengetik menggunakan mesin tik Olivetti.

 

Setelah 27 tahun mengenal sang kakak, Steve Jobs, Mona memiliki sejumlah kesan. Berikut di antaranya:

-Steve bekerja pada bidang yang ia cintai. Ia bekerja dengan keras. Tiap hari bekerja.
-Ia tidak malu bekerja keras kendatipun hasilnya gagal.
-Ketika ia dipecat dari Apple ia benar-benar sakit hati.
-Meski ia sakit, ia tetap bekerja di Next (perusahaannya setelah dipecat dari Apple). Tiap hari bekerja.
-Dia seorang yang loyal. Jika ia suka satu T-shirt ia akan mengorder 10 atau 100 potong.
-Ia penyuka seni. "Fashion adalah sesuatu yang cantik di saat kini tapi segera buruk di kemudian hari, (sedangkan) seni mungkin tampak buruk saat pertama kali melihatnya, tapi menjadi cantik di kemudian hari," kata Mona menuturkan pendapat Steve Jobs.

-Steve seperti seorang gadis dalam hal jumlah waktu yang dihabiskannya untuk berbicara mengenai cinta. Cinta baginya adalah hal tertinggi, dewa dari dewa-dewanya. Bahkan ia mengkhawatirkan kehidupan romantis orang-orang yang bekerja dengannya.
-Steve tidak pernah ironis, sinis, atau pesimis.
-Steve suka mengunjungi toko sepeda motor yang ada di Palo Alto dan ia gembira ketika menyadari dirinya mampu membeli sepeda motor terbaik di sana.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Colgate Coupons