Buku Tamu

Kamis, 10 November 2011

Dijauhi, Sendiri, haruskah depresi?

Mungkin, sering merasa dijauhi, tak dianggap, itu yang saya alami. Bukan su'udzon ataupun berprasangka buruk kepada orang lain, tapi perasaan itu selalu muncul di benak hati saya. Masuk ke dalam suatu perkumpulan, tak bisa berbuat banyak, tak bisa banyak bekerja, merasa tak dianggap, itu yang selalu saya alami. Apakah ini sebuah kesalahan atau cobaan?

Hari demi hari, saya selalu mencoba mengintrospeksi diri, apa yang ada pada diri saya, sehingga saya merasa tak dianggap, dijauhi, bahkan merasa sendiri. Saya selalu mencoba bercermin pada pribadi orang lain. Melihat dia lebih sempurna dibanding saya, menjadi suatu cerminan yang bisa menjatuhkan saya. Bukannya apa-apa, tapi malah membuat saya down. Lalu, kenapa ini? Apa yang harus saya lakukan?

Haruskah saya selalu murung atau depresi, atau harus menyembunyikan perasaan ini di depan teman dan orang lain? Kadang-kadang, saya iri pada teman saya sendiri. Saya anggap dia itu lebih perfect daripada saya, lebih segalanya, dan saya tidak bisa apa-apa. Saya hanyalah sebuah kacang yang memang pantas dibelah, dan dibuang ke tempat sampah! Astagfirullah

Hari demi hari lagi, saya pun mencoba belajar dari kejadian yang saya alami selama ini. Mungkin, ini karma dan peringatan atas segala apa yang saya lakukan. Perilaku saya yang mungkin tidak disukai orang lain, wajah saya yang mungkin tak enak dipandang, atau mulut saya yang memang tak bisa dijaga? Sahabatku, semua ini memang cobaan bagi saya. Mungkin, saat ini saya dihadapkan dalam suatu masalah emosional dan jiwa. Seberapa siapkah saya bisa menghadapi  masalah demi masalah yang akan datang menghadang? Saya hanya bisa istiqomah dan pasrah pada Allah. Allah adalah teman dan jalan keluar bagi saya. Dia yang mengombang-ambingkan hati saya sehingga saya harus mampu membuatnya diam kembali. DIa yang mengacaukan fikiran saya sehingg saya harus mampu menenangkannya. Puji syukur bagi Allah atas segala kebaikan dan rahmat-Nya bagi saya. 

Mungkin, yang saya butuhkan saat ini adalah seorang teman, Teman yang bisa mendengar dan merasakan. Saya tak butuh teman yang hanya memanfaatkan saya kalau ada maunya. Begitu pun saya. Saya tidak mau menjadi teman yang tega memanfaatkan teman saya. Saya ingin diantara saya dan teman saya adalah sebuah hubungan yang ikhlas, bermanfaat dan terus terjalin hingga dunia akhirat. Semoga sahabat pe-ha-ka dan semua teman saya adalah teman sejati yang diridhoi Allah, amin.

Maaf, jika postingan saya ini terlalu vulgar atau blak-blakan. Saya tak tahu harus kemana menumpahkan curahan hati saya, semoga sahabat pe-ha-ka bisa menerima dan memberi saran bagi saya.Saya hanya ingin menjadi yang terbaik diantara hamba-hamba Allah yang terbaik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Colgate Coupons